Katarara.com berakhir menjadi gudang tulisan-tulisan lama.
Saya beruntung kuliah di Sastra Indonesia. Tugasnya; baca novel, nulis ulasan,
diskusi, begitu seterusnya sampai tiba waktunya kami menulis ulasan sedikit
lebih panjang, skripsi. Saya punya beberapa tugas kuliah yang masuk kategori
dibuang-sayang. Saya unggah dengan pikiran, “Siapa tahu ada yang butuh.” Saya
tambahkan beberapa liputan. Sisanya, tulisan baru tidak melebihi hitungan jari.
Bukan cuma orang yang kesal kalau tidak dipedulikan,
sepertinya website juga. Katarara.com tidak bisa dibuka. Entah kenapa. Saya
tidak mencari tahu. Tetap acuh tak acuh, meskipun saya musti bayar tagihan
domain dan hosting.
Saya juga tidak tahu apa yang merasuki kepala teman saya,
Bayu Bergas, ketika dia mau “membangunkan” Katarara.com. Sampai-sampai saya
harus menanyakan padanya password masuk website saya sendiri. Betapa anehnya.
Tidak serta-merta Katarara.com tayang lagi. Saya tidak keberatan dengan itu.
Toh saya tidak punya tulisan baru. Mungkin saya juga sudah lupa cara memakai
otak dan jari saya untuk menulis lebih panjang dari satu halaman dua spasi. Begitu
saya dikabari soal back up yang gagal dilakukan, saya ringan-ringan saja
menanggapinya. Lagipula itu bukan tulisan-tulisan yang
sebegitu-pentingnya-sampai-harus-saya-ratapi-kehilangannya.
Butuh waktu untuk memulai mengisi Katarara.com lagi. Mau
diisi apa ya? Saya cuma merasa saya tidak seheroik dulu. Sastra. Isu perempuan.
Hidup sehari-hari saja sudah susah, masih ditambah nulis di website yang bikin
mengkerut (lupakan kalau topik perdana Katarara.com adalah Hari Anti Kekerasan
terhadap Perempuan). Apa daya, saya memang hobi membebani diri dengan yang
berat-berat. Ya begitulah, seperti yang tadi dibilang, topik perdana
Katarara.com adalah Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Saya selalu ironi mendengar kata peringatan hari ini hari
anu. Di kepala saya, peringatan sama dengan perayaan. Apa yang bisa dirayakan
dari Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP)? Tidak, saya tidak akan
mengutip jumlah angka kematian ibu versi laporan MDGs atau laporan Komnas
Perempuan tentang akumulasi perempuan yang dipukuli suaminya atau cerita-cerita
sedih tentang perempuan yang setiap hari keluar masuk women crisis centre untuk
mendapatkan bantuan.
Tapi saya mau benar belajar soal HAKTP. Sayangnya, saya tidak
tangguh. Saya menunda nonton In The Time of Butterflies selama berbulan-bulan.
Padahal film itu merupakan materi yang berharga kalau memang benar saya mau
belajar soal sejarah HAKTP. Terima kasih Andari yang telah menyalinnya untuk
saya. Saya juga harus berterima kasih pada sahabat saya yang sekarang tinggal
di Tokyo, Sofia Kartika. Saya memaksa dia menuliskan sesuatu yang sangat
personal—dan pastinya—berat untuk dia. Saya belajar banyak dari pengalamannya,
yang biasanya lebih banyak saya temui di laporan-laporan tahunan atau riset. Silakan
baca Surat dari Jepang.
Terima kasih juga untuk Nina yang tulisannya saya duplikat
di rubrik ulasan buku. Novel 9 dari
Nadira adalah bacaan untuk Klubuku kami. Kekerasan terhadap perempuan
memiliki seribu wajah. Seringkali ia tak dikenali oleh si penanggungnya. Alih-alih
“membaca” sang protagonis, Nina memilih untuk menyelidik si ibu, Kemala, yang
kematiannya menjadi tautan di seluruh cerpen. Jangan depresi dulu. HAKTP tidak
melulu bicara tentang kabar buruk. Kita bisa melihat harapan di rubrik Foto
Minggu ini.
Dua tulisan belum saya selesaikan (malam ini). Ya, segera.
Menunda memang penyakit utama saya menulis. Mungkin saya harus lebih banyak
menulis hal-hal yang menyenangkan. Sebab, saya tidak pernah menunda Hasta Karya
saya. Saya punya banyak stok untuk diunggah! Saya selalu antusias menangkap
ide-ide dan mengerjakannya. Saya selalu senang tersesat di antara
benang-benang.
Di atas segalanya, saya senang Katarara.com beredar lagi.
Saya senang bertemu Anda (lagi).
1 comment:
[Komentarku sama dengan yang dulu sempet ada di jurnal ini, di rumah lama yang sempet hilang itu]
Sebagaimana kata Pipit "Pacarkecilku," tulisanmu mengalir enak dibaca n dicerna, Ra...
Senang membacanya, thanks...
*salim :)
Post a Comment