Semua bermula di
sini: Rumah Kopi. Tikai dan damai. Juga kisah-kisah semasa konflik yang, oleh
sebagian mereka yang mengalami, tak ingin diceritakan lagi.
Tapi di rumah kopi
yang banyak tersebar di kota Ambon inilah saya bertemu dengan kawan-kawan baru.
Mereka: jurnalis, akademisi, pengamat, aktivis perempuan, dan pelbagai kalangan
yang terlibat langsung dan tidak langsung dengan konflik. Dari merekalah cerita
mengalir.
Bagaimana penduduk
Negeri Para Raja ini menjalani hari-hari di masa konflik dan memulihkan luka
setelahnya. “Katorang berbeda tapi satu gandong, caca Rara,” kata seorang kawan
sambil menyeruput Rarobang, kopi beraroma jahe, “mari laeng sayang laeng.”
No comments:
Post a Comment