9 dari Nadira
Leila S. Chudori
Barangkali
pengarang memang telah mati, tapi toh pembaca tetap akan menghubungkan karya
dengan penulisnya. Kenapa Leila memilih tokohnya, Nadira, berprofesi sebagai
jurnalis, profesi yang juga ditekuni Leila? Kenapa Nadira memilih kembali ke almamaternya
di Victoria, Kanada, sesudah bercerai? Itu kan kampus Leila juga waktu menerima
beasiswa. Bisakah Nadira memilih atau Leila yang memilihkan "hidup"
Nadira berdasarkan hidup Leila? Tak heran Indiah bertanya, "Sekelam itu ya
hidup Leila? Siapa yang tahu.
Indiah adalah seorang konselor. Dia berjaga 24 jam untuk klien-kliennya. Telinganya yang selalu terbuka membuatnya kaya pengalaman. Dia banyak berbagi dengan kami, bertaut dengan kisa-kisah dalam buku karya Leila S. Chudori ini. Indiah baru salah satu geng klubuku ini. Tapi sebaiknya jangan lekas percaya,
klubuku ini hanyalah kedok. Kami ini sekadar kumpulan cewek-cewek yang doyan piknik
dan plesiran. Lihat saja perbekalan kami.
![]() |
| "Jadi, ya... Eh, tunggu, tugas negara memanggil." |
| Demi nama baik, tidak semua bekal kuhamparkan. |
Anggota geng lainnya, Tiwuk, sedang menyelesaikan
cerpen Leila S. Chudori yang tidak tercakup dalam buku ini.
Jangan tertipu dengan
wajahnya yang macam anak SMP ini. Justru Nina ini yang paling banyak curhat ;) Tulisannya yang keren menyumbang Katarara.com edisi perdana ini. Terima kasih, Nina.
| Plesir pertama di Gembiraloka. |

No comments:
Post a Comment