Klik Bila Perlu

Thursday, April 24, 2014

Perfect Afternoon with Endah n Rhesa

Pada mulanya adalah keintiman. Yang tercipta melalui udara yang hangat, jarak yg dekat, dan cakap yang terbuka. Ini sungguh petang yang sempurna. Perfect Afternoon. Tak salah lagu ini membuka konser EndahNRhesa sore itu di Bentara Budaya Jakarta.

Panggung ini beda dengan pensi, kata Endah. Di tengah pensi mereka harus memilih 4-5 lagu untuk dinyanyikan dengan optimal, maksudnya, agar pandangan penonton tak beralih, karena di pensi mereka berbagi panggung dengan bintang-bintang lain. Namun petang ini, ketika kita cuma berdua, "kau menikmati tehmu, selagi aku memegang cangkir kopiku," bahkan lagu-lagu yang tidak disiapkan untuk dipertunjukkan malam ini mengalir begitu saja. Sebuah lagu untuk mama Endah, yang juga seorang gitaris dan membolehkan Endah tidak menyukai matematika. Atau sebuah lagu tentang gitar baru hadiah pernikahan--Endah dan Rhesa baru saja melangsungkan pernikahan 5 Desember tahun lalu. Gitar itu tidak pernah ada. Endah hanya membayangkannya. Tapi saya tak peduli gitar itu ada atau tidak. Saya merelakan diri menjadi bagian cerita-cerita Endah N Rhesa.

Kenapa saya bilang cerita? Karena dalam setiap lagu yang mereka ciptakan terbangun sebuah dunia. Coba simak I Dont Remember, atau lagu tentang ibu penyu yang akan dirilis di album kedua. Mereka adalah pencerita yang baik. Sebelum memulai satu lagu, Endah akan bertutur tentang lagu itu. Ini seperti sebuah undangan. Undangan untuk masuk ke dunia si aku dalam I Dont Remember. Atau berpura-pura menjadi teman burung beo-nya Kapten Hook di Living with Pirates. Mereka bercerita tentang kita, tentang kota, kenangan tentang seorang pahlawan, tentang yang sepele, tentang yang serius, tentang impian, tentang apa saja. That's so much fun.

Petang ini, saya merasa beruntung, bukan saja karena diperdengarkan beberapa lagu dari album kedua yang akan segera dirilis (can't hardly wait), EndahNRhesa berjanji akan memberi sentuhan baru di album keduanya nanti. "Bukan cuma wartawan yang harus terus mengaktualisasi diri, musisi juga kan?" Itu terdengar seperti sebuah janji. Apakah EndahNRhesa akan mencoba genre baru, di luar folk, jazz, blues, rock and roll, and ballads?Apakah Endah menemukan teknik memecah suara yang lain? Apa lagi yang akan mereka ceritakan?

Saya menunggu dikejutkan.

special thnx to sari ;)

No comments: