Klik Bila Perlu

Monday, January 27, 2014

Halhal yang Harus Disiapkan Sebelum Pindah ke Banda Naira

Dear Rara,
Sehari setelah kita membicarakan tentang rencana pindah ke Indonesia Timur, saya langsung mencari tahu tempat yang dirimu rekomendasikan yaitu Banda Naira. Dari hasil browsing yang saya lakukan, saya menemukan bukan hanya alamnya yang indah, ada alasan mengapa Belanda tiba di situ. Ada alasan juga mengapa Banda Naira menjadi salah satu daerah di Indonesia yang dihitung sebagai propinsi oleh Belanda. Meski belum ke sana, saya jatuh cinta dengan kota ini. Mungkin ini yang dirasakan orangorang yang jatuh cinta di internet tanpa belum bertemu sebelumnya.

mudahmenikah.wordpress.com

Untuk pindah ke Banda Naira, tentu bukan perkara instan. Kita butuh waktu untuk mempersiapkan. Paling cepat dua tahun kita sudah di sana. Namun, lagilagi perlu persiapan yang cukup matang. Banda Naira daerah yang akan jauh dari hiruk pikuk seperti Jakarta, Bandung, atau Yogyakarta. Karenanya memutuskan pindah ke sana berarti memutuskan juga untuk mengubah gaya hidup kita. Tentu saja di mana kita tinggal akan ada susah dan senang. Beberapa hal meski kita persiapkan untuk menjaga ketahanan kita tinggal di sana nantinya.

Saya sudah membuat daftar halhal yang saya harus persiapkan menuju perpindahan ke Banda Naira. Berikut daftarnya, dirimu tentu boleh membuatnya sendiri atau menambah.

  1. Belajar naik motor atau mobil. Kendaraan umum bisa jadi susah di sana. Satusatunya cara agar bermobilisasi adalah menggunakan motor atau mobil. Punya atau tidak, yang penting saya harus bisa dulu.
  2. Menerbitkan buku. Sebenarnya tidak harus, namun untuk menyebarkan kesukaan menulis dan membaca di sana, sudah menerbitkan buku bisa menjadi kredibilitas yang mempermudah misi di sana.
  3. Berkunjung ke Banda Naira, setidaknya setahun dua kali. Selain survey lokasi, penting untuk menjaga intensitas di sana.
  4. Berteman dengan seseorang di Banda Naira, entah online atau bertemu langsung. Setidaknya kita punya satu teman di sana sebelum menetan di Banda Naira.
  5. Memetakan dan memperkuat jaringan dengan orang-orang Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta yang mungkin bisa menjadi sumbersumber jarak jauh yang kita butuhkan ketika menetap di Banda Naira.
  6. Belajar pekerjaan tukang sederhana. Kita tidak perlu menggantungkan hidup dengan penduduk setempat untuk halhal seperti memaku, membentulkan genteng bocor, aliran listrik sederhana, dan sebagainya.
  7. Bercocok tanam. Entah menanam apa, tapi yang jelas harus belajar dasardasar berkebun.
  8. Lulus S2. Nampaknya agak pesimis, namun penting. Indonesia Timur kekurangan sumber daya mengajar. Mungkin menjadi guru atau dosen adalah pilihan yang sangat membantu.
  9. Belajar hospitality. Kadang saya berpikir untuk membuka semacam home stay di sana. Untuk kawankawan kita yang siapa tahu mau berkunjung.


Terima kasih,

Em


No comments: