Semasa kanak, kita galib melihat matahari terbit di antara 2 gunung di buku gambar. Seragam dari lembar satu ke lembar sebelahnya, seragam antara meja satu dengan meja lainnya. Dari mana imajinasi itu berasal? Apakah itu hanya rupa-rupa imajinasi?
Kali kedua mendaki Sikunir, setelah "gagal" beberapa tahun sebelumnya, aku beruntung memergoki pemandangan itu terhampar, bukan semata coretan di buku gambar.
| Hujan, berkabut, ataupun saat langit cerah, tempat berdiam para dewata ini selalu sedap dipandang mata. |
No comments:
Post a Comment